Rabu, 24 Januari 2018 10:00
SURABAYA - Dalam mengantisipasi penggunaan media sosial dikalangan para remaja tentang maraknya penyebaran informasi - informasi hoax belakangan ini di jejaring media sosial, terutama informasi dan pemberitaan yang berkaitan seputar SARA. Ditemui disela-sela kegiatannya dalam rapat luar biasa Ikatan Alumni suatu perguruan tinggi di Surabaya, Putu Setiawan F. Giri, SE. yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa DPW Pemuda Perindo Jawa Timur angkat bicara.
“Untuk apa kita mengumbar hal-hal yang berkaitan dengan SARA. Menyebarkan segala berita fitnah dan informasi yang berunsurkan SARA. Sedangkan kita ini adalah rakyat yang sedang ingin mencari kesejahteraan hidup. Berargument dan berdebat di medsos itu malah akan merugikan kedua belah pihak yang berseteru. Gunakanlah Media Sosial itu sebagai ajang sharing dan look up perkembangan negara lain agar kita tidak ketinggalan informasi. Bijaklah dalam ber-medsos dan jangan lupa kita harus memperhatikan etika dalam berkomunikasi di dunia Medsos.” Ungkap Putu Setiawan, Wakabid MedKom Massa DPW Pemuda Perindo Jatim.
Ketua DPW Pemuda Perindo Jawa Timur juga turut menegaskan bahwasanya SARA itu justru melemahkan keamanan kesatuan NKRI ini.
“Ya saya sependapat dengan Wakabid saya bahwasanya dalam bermedsos itu, ambil baiknya, buang buruknya. Contoh kecil saja. Saya dapat bertemu dengan teman saya semasa SD di Media Sosial, padahal sudah kehilangan kontak sekian belasan tahun. Saya bersyukur atas hal ini. Jadi pesan saya, Gunakanlah Medsos ini dengan bijak. Perkembangan dunia bisa kita lihat disitu. Saya juga menegaskan, Justru SARA itu akan melemahkan keamanan dan kesatuan negara kita, Republik Indonesia.” Ujar Nino Yogantoro, Ketua DPW Pemuda Perindo Jawa Timur.
(tim)

Aamiin....
BalasHapusSemiga pengguna medsos dapat memahami